5 Usaha Pinggir Jalan Makanan Bonus Tips Sukses

Usaha pinggir jalan

Usaha pinggir jalan bisa menjadi solusi memulai bisnis dengan modal yang murah. Beberapa kelebihan dari usaha yang kerap juga disebut sebagai pedagang kaki lima antara lain tidak perlu bayar sewa tempat dan lokasinya mudah dilihat.

Jangan heran jika banyak pelaku usaha yang memilih usaha ini tak terkecuali usaha yang bergerak dibidang makanan. Dengan mangkal di pinggir jalan membuat pengguna jalan akan melihat makanan yang dijual dan ini membuat tertarik ingin membeli.

Anda tertarik menekuni usaha makanan pinggir jalan tapi masih bingung makanan apa yang akan dijual? Yuk Simak informasi dari Bisnis 6 berikut ini.

Usaha Pinggir Jalan dibidang makanan

1.Jualan jajanan pasar

Usaha ini layak anda coba karena modalnya kecil, Anda cukup menyiapkan tempat dan meja untuk memajang jajanan pasar. Selanjutnya Anda tinggal menghubungi penjual jajanan pasar untuk menitipkan jajanannya dilapak Anda dengan sistem titip.

Semakin banyak jajanan pasar yang dijual tentunya akan semakin menarik konsumen apalagi jika lapak anda menyediakan Jajanan pasar tempo dulu seperti kue singkong mata sapi, kue lemper atau gemblong ketan.

Kelebihan sistem titip ini Anda sebagai penjual tidak menanggung resiko jika jajanannya tidak habis namun kekurangannya keuntungannya kecil sekitar 20%. Sebagai contoh jika harga jualnya 1000 maka anda mendapatkan keuntungan 200 rupiah per potong.

Meskipun keuntungannya kecil jika jajanan yang terjual banyak misalnya saja sehari terjual 500 kue maka keuntungannya 200 x 500 = 100.000 rupiah. Itulah mengapa kunci sukses dari usaha pinggir jalan ini ada pada lokasinya yang strategis.

2.Jualan Nasi Kuning atau uduk

Usaha pinggir jalan yang satu ini sangat cocok untuk ibu rumah tangga karena tentunya sudah terbiasa memasak didapur. Saat yang tepat untuk menjajakan nasi kuning atau uduk pada pagi hari mulai jam 6 pagi sampai habis.

Harga cukup mempengaruhi daya tarik bagi konsumen untuk itu gunakanlah resep nasi kuning sederhana sehingga harga jualnya bisa semurah mungkin walaupun ini bukan sebuah patokan namun umumnya konsumen mencari harga yang murah kecuali kalau memang lokasi anda di kawasan perumahan elit.

Supaya modalnya hemat Anda cukup menggunakan meja untuk memajang nasi kuning dari pada menggunakan gerobak. Apalagi jika mangkalnya didepan rumah sendiri atau lokasi yang berdekatan dengan rumah Anda.

Nasi kuning atau uduk identik dengan rasa yang gurih dari santannya, usahakan gunakan takaran yang pas sehingga aroma santannya terasa sebagai ciri khas dari nasi ini. Jangan lupa sambalnya yang pedas. Pertimbangkan untuk menambahkan irisan telur dan jengkol meski harganya harus menyesuaikan atau membuat 2 menu nasi uduk yaitu Nasi kuning biasa dan Nasi kuning komplit.

3.Jualan Martabak mini

Ide usaha makanan yang satu ini masih cukup menjanjikan karena memang harganya terjangkau dan rasanya yang manis. Usaha pinggir jalan ini modalnya sekitar 5 jutaan untuk pembelian gerobak, peralatan dan bahan baku. Anda bisa menghemat modal jika memiliki motor karena gerobak motor lebih murah harganya dari pada gerobak dorong.

Carilah lokasi yang banyak orang lewat, kalau ada modal lebih bisa menyewa area kosong di depan toko. Cara ini lebih murah dari pada menyewa kios.

Jualan martabak mini itu butuh kesabaran karena menunggu pembeli. Wajar jika awal-awal buka belum banyak pelanggan. Mulai dengan membawa adonan sedikit dulu yang penting habis. Kalau sudah banyak pelanggan barulah ditambah.

Resep adonan juga menjadi hal penting karena jika adonannya cepat basi akan merugikan. Jika ingin adonannya bisa bertahan lama sebaiknya menggunakan pengembang soda kue.

Topping bisa menjadi daya tarik semakin banyak variasinya akan membuat konsumen tertarik membeli. Biar lebih menarik, buatlah spanduk kecil dengan gambar martabak mini dan menunya serta harganya.

Baca Juga: 6 Usaha Rumahan Modal 50 ribu Tanpa Ribet 

4.Usaha makanan ringan

Usaha pinggir jalan yang satu ini sangat simpel, Anda hanya perlu mengemas makanan ringan kedalam plastik kemudian dijual. Untuk makanannya bisa membuat sendiri atau beli yang sudah jadi. Contoh makanan ringan yang cocok untuk dikemas diantaranya keripik, rempeyek, kacang, kerupuk, makaroni, stick dan lain-lain.

Biar kemasannya lebih menarik gunakan kemasan khusus dan beri label serta di tutup dengan alat press sehingga rapi.

Untuk menghemat modal tidak perlu menggunakan gerobak cukup gunakan sepeda atau sepeda motor yang diberi keranjang dibelakangnya untuk menyimpan makanan ringan. Anda bisa bebas mangkal di pingiir jalan yang sekiranya banyak orang.

Ada beberapa pilihan usaha yang bisa Anda pilih tapi 2 pilihan ini patut mendapat perhatian lebih yaitu usaha makanan ringan serba 2000 dan usaha makanan ringan serba 1000. Dengan rentang harga antara 1000 dan 2000 tentunya harganya akan semakin terjangkau sehingga siapa saja bisa beli mulai dari anak-anak hingga dewasa.

5.Usaha Aci gulung

Ide bisnis makanan ini patut Anda coba karena selain modalnya kecil bahan bakunya juga murah sehingga harga jualnya bisa murah juga. Gunakan gerobak motor agar anda bisa bebas bergerak. Jika tak punya motor apa boleh buat anda harus menggunakan gerobak.

Peralatan yang perlu dipersiapkan antara lain kompor dan wajan teflon. Sedang bahan bakunya tepung tapioka, terigu dan telur serta tepung bumbu. Bahan lain yang perlu dipersiapkan adalah tusuk sate untuk menggulung acinya.

Umumnya jajanan ini banyak digemari anak-anak sehingga usahakan tempat mangkalnya banyak anak-anak atau kalau bisa mangkal didepan sekolah.

Kelebihan dari usaha ini diantaranya adonannya bisa dibuat bertahap dan tak perlu menunggu lama bisa langsung diolah jadi meminimalisir kerugian serta adonannya tidak cepat basi.

5 Tips usaha kuliner pinggir jalan

Jika Anda baru akan memulai usaha pinggir jalan dibidang makanan, Anda perlu memilih usaha yang paling tepat harapannya usahanya akan maju. Pasalnya tak sedikit pelaku usaha yang modalnya semangat tapi usahanya tak berjalan sebagaimana mestinya.

Ada beberapa poin penting yang wajib anda perhatikan, berikut informasi selengkapnya :

1.Pilih usaha makanan minim resiko

Carilah usaha yang minim resiko terutama dari sisi bahannya, pilih makanan yang bahannya tidak cepat rusak atau basi sehingga jika kebetulan sepi pembeli tidak banyak membuang modal. Sebagai contoh jika Anda memilih usaha pinggir jalan martabak mini maka adonannya bisa bertahan selama 6 jam atau lebih.

Perhatikan juga cara penyajiannya usahakan memilih makanan yang dalam penyajiannya dadakan artinya ada pembeli baru di olah bukan yang di stok dulu seperti gorengan.

2.Pilih usaha makanan yang mudah membuatnya

Jika Anda memilih makanannya dibuat sendiri, pilihlah makanan yang cara membuatnya mudah sehingga terhindar dari kegagalan yang bisa merugikan. Pastikan sebelum memulai usaha makanan anda sudah menguasai pengolahannya atau cara membuatnya.

Jika memungkinkan silahkan belajar langsung dari orang yang memang ahlinya walaupun harus membayar. Asalkan biayanya murah dan praktek langsung ditempat bukan yang secara online, tidak jadi masalah dari pada belajar otodidak tapi selalu gagal.

3.Bahan baku murah dan mudah didapat

Modal bahan baku perlu menjadi perhatian, idealnya menggunakan bahan baku yang murah sehingga resikonya juga kecil. Jangan lupakan juga ketersediaan bahan bakunya dipasar tradisional. Bagus lagi jika ada suplier yang mengantar langsung ketempat jadi Anda tidak perlu repot belanja.

4.Cari usaha makanan yang peralatannya sedikit

Tak bisa dipungkiri peralatan usaha makanan terkadang cukup menguras modal sehingga untuk memulainya dibutuhkan modal yang besar pula. Dengan memilih usaha yang peralatannya sedikit tentunya akan semakin memudahkan bagi anda untuk sesegera mungkin memulai sebuah usaha makanan.

5.Pilih usaha makanan yang modalnya kecil.

Usaha apapun memang ada resikonya namun dengan memilih usaha yang minim resiko tentunya akan lebih baik salah satunya dengan memilih Ide bisnis modal kecil. Dengan modal yang kecil tentunya harga jual makanannya juga akan semakin murah sehingga lebih terjangkau.

Penutup

Meskipun 5 usaha pinggir jalan dibidang makanan yang sudah tersebut diatas merupakan usaha kecil kecilan namun jika dikelola serius akan tumbuh menjadi usaha yang besar sehingga bisa membuka cabang.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *