Tips Merintis Warung Sembako Sederhana

Warung Sembako Sederhana

Disaat pandemi seperti sekarang, orang harus kreatif memanfaatkan peluang sekecil mungkin untuk mendapatkan penghasilan, salah satunya dengan merintis warung sembako sederhana. Meskipun sedang pandemi kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum tetap harus terpenuhi.

Itulah peluang yang cukup bagus, Anda bisa merintis warung sembako kecil-kecilan sehingga tidak harus bermodal besar. Namanya juga usaha kecil-kecilan tentunya omsetnya juga tidak sebanyak warung sembako besar namun keuntungannya bisa untuk nambah-nambah penghasilan.

Tertarik untuk merintis usaha ini, Simak ya informasi dari Bisnis6 berikut ini.

Tips Merintis Warung Sembako Sederhana

1.Pemilihan lokasi

Karena ini warung sederhana sebaiknya lokasinya memanfaatkan rumah Anda bukan sewa tempat. Idealnya ada ruang khusus untuk warung dengan roling dor namun jika belum ada, Anda bisa membuat warung semi permanen didepan rumah Anda dengan kayu dan triplek tanpa harus menggunakan roling door.

2.Pemilihan barang

Pilih barang-barang yang paling sering dicari konsumen contohnya beras, minyak goreng, gula pasir, terigu, sabun dan lain-lain. Stoknya tidak perlu banyak-banyak agar modalnya kecil yang penting lengkap.

Pilih juga barang-barang yang harganya murah sehingga dengan modal seminimal mungkin tapi dapat barangnya banyak. Hindari belanja barang yang harganya mahal, misalnya beras karungan, minyak kemasan 2 L.

Dalam memilih barang-barang usahakan memilih barang yang awet serta tidak gampang rusak dan selalu perhatikan masa kadaluarsanya.

Baca Juga :

Nama Toko Sembako Paling Sering dipakai

10 Rahasia Usaha Toko Sembako yang sukses

3.Tempat belanja

Anda bisa dengan mudah mendapatkan barang-barang sembako dengan belanja ke toko grosir atau agen sembako. Umumnya jika belanja di agen barang-barangnya sudah pak-pakan, rencengan atau dus-dusan dan sebagian ada yang bisa beli eceran.

Jika barangnya sudah pak-pakan atau rencengan contohnya snack atau shampo maka minimal belanja 1 pak atau 1 renceng tapi jika barangnya dus-dusan bisa dibeli eceran contohnya susu kental manis dan sarden.

Harga barang yang dus-dusannya biasanya lebih murah dibandingkan yang eceran contohnya jika Anda belanja Indomie atau Mie Sedap 1 dus maka harganya akan lebih murah dari pada Anda beli 10 biji.

4.Maksimalkan barang titipan

Biasanya jika nantinya warung sembakonya sudah bukan akan ada penjual makanan atau snack yang menitipkan barang kewarung. Anda tidak menanggung resiko karena hanya bayar yang laku saja contohnya roti, kerupuk atau snack kering.

Meskipun keuntungannya sedikit tapi lumayan untuk menambah penghasilan warung sembako tanpa keluar modal.

5.Manajemen jualan

Mengelola warung sembako sederhana butuh manajemen jualan yang efektif dengan kata lain bagaimana caranya dengan modal yang terbatas bisa memberikan keuntungan semaksimal mungkin.

Utamakan barang-barang yang paling laku terutama dari sisi stok atau barang yang cepat laku ditambah stoknya tapi yang kurang laku dikurangi dan yang jarang yang beli tidak perlu belanja lagi.

Perhatikan juga aliran uang kas, jangan sampai mengendap atau macet gara-gara ada yang beli secara kredit atau ngutang.

Masalah ini sebenarnya masalah klasik dan kadang ada perasaan nggak enak karena mungkin tetangga sendiri namun disinilah dituntut keberanian atau ketegasan.

Ada baiknya keuntungan yang ada diputar lagi untuk menambah stok atau menambah jenis barang sembakonya sehingga lama-lama warungnya semakin berkembang.

Kalau memang keuntungannya mau dipakai untuk kebutuhan pribadi sebaiknya sisihkan sebagian untuk menambah modal warung.

Penutup

Warung sembako sederhana bisa dijadikan usaha sampingan yang mendatangkan keuntungan dengan modal kecil. Dengan tips-tips tertentu bukan tidak mungkin lama-lama warungnya akan semakin berkembang.