Ini Dia Penyebab Toko Kelontong Sepi Pembeli Wajib Tahu

Penyebab toko kelontong sepi pembeli

Ini Dia Penyebab Toko Kelontong Sepi Pembeli Wajib Tahu – Banyak pembeli artinya banyak untungnya. Itulah mengapa target utama yang harus dicapai sebuah toko kelontong adalah mendatangkan pembeli sebanyak-banyaknya. Namun terkadang setelah toko kelontong berjalan sekian lama ternyata sepi pembeli.


Ini tentu tidak bisa dibiarkan karena cukup beresiko jika barang-barang toko kelontong mengendap terlalu lama. Belum lagi jika toko tersebut menjadi sumber penghasilan utama. Lama kelamaan modal akan habis dan akhirnya gulung tikar.

5 Penyebab Toko Kelontong Sepi Pembeli

Berikut ini penyebab-penyebab kenapa toko kelontong sepi pembeli. Jika memang penyebab tersebut ada ditoko Anda, perlu strategi jitu untuk mengatasinya.


1. Lokasi Tidak Strategis

Lokasi cukup berpengaruh terhadap kedatangan pembeli. Jika lokasinya didepan jalan, mudah terlihat dan mudah diakses akan menarik minat pembeli untuk membeli. Jika lokasinya tidak strategis nantinya pembelinya cuma tetangga kanan kiri. Kalau sudah begini tentu sulit untuk ramai.


Idealnya lokasi toko kelontong harus strategis dengan ciri-ciri berada dipemukiman padat penduduk, didepan jalan utama, lalu lalang warga, dekat dengan pusat-pusat keramaian atau sekolah.

Faktanya toko-toko kelontong yang ramai pembeli umumnya lokasinya memang strategis walaupun memang lokasi yang strategis tidak menjamin kesuksesan, itu hanya salah satu faktor.

Solusi untuk mengatasi hal ini, Anda harus melakukan pemasaran aktif bukan hanya menunggu pembeli saja. Untungnya sekarang ini banyak media yang bisa digunakan untuk memasarkan barang melalui internet contohnya melalui media sosial atau Whatsapp.


Rajin-rajinlah mempromosikan toko kelontong Anda melalui grup jual beli facebook atau grup Whatsapp. Usahakan mempromosikan barang yang harganya murah sehingga menarik minat pembeli. Perlu Anda catat, karena mempromosikannya secara online toko Anda harus siap untuk COD atau mengantarkan barang.


2.Harga Jual Terlalu Mahal
Harga jual yang mahal cukup berpengaruh terhadap kedatangan pembeli. Saat pertama kali beli kemudian harganya lebih mahal dari toko lain, pembeli langsung menandai toko kelontong Anda mahal. Kalau sudah begini sungguh sebuah kerugian karena biasanya tidak akan belanja lagi kecuali terpaksa.

Penentuan harga merupakan langkah yang paling penting sehingga perlu kecermatan. Apalagi Jika toko kelontong anda banyak pesaingnya. Selisih 500 rupiah saja, Toko kelontong Anda sudah dicap mahal. Usahakan mematok harga sesuai rekomendasi dari produsen.


Sedangkan untuk barang yang tidak ada rekomendasi dari produsen usahakan untuk mengambil keuntungan seminimal mungkin jangan lebih dari 25 %. Khusus untuk sembako sebaiknya tidak mengambil keuntungan berdasarkan prosentase tapi ambil keuntungan mulai Rp.500 sampai 1000 per Kg.

Baca Juga: Cara Mengatasi Toko Kelontong Sepi Pembeli

3.Barang yang dijual kurang lengkap
Apa jadinya jika Ada pembeli yang sudah berniat membeli tapi barangnya tidak ada? Tentunya pembeli akan kecewa dan jadi malas belanja ketoko kelontong Anda. Itulah mengapa kelengkapan barang terutama barang-barang kebutuhan sehari-hari cukup berpengaruh terhadap pembeli.


Modal memang sangat berperan, semakin banyak modalnya akan semakin lengkap. Untuk ukuran toko eceran setidaknya butuh modal 30 jutaan.

Bagaimana kalau modalnya terbatas? Solusinya tentu menyediakan barang selengkap mungkin tapi stoknya sedikit aja misalnya 1/2 lusin. Karena belanja partai kecil tentu harganya akan beda jika belinya partai besar sehingga dalam pengambilan keuntungannya jangan terlalu banyak.

4.Penataan Barang Kurang Menarik
Toko yang menarik itu yang pajangan barangnya atau penataan barangnya menarik sehingga toko kelontongnya terlihat penuh sesak. Ada barang yang di gantungan disimpan dietalase atau dirak.


Terkadang ada toko kelontong sebenarnya barangnya lengkap tapi karena cara memajangnya kurang tepat sehingga menimbulkan kesan tokonya barangnya kosong. Hal ini tentu bisa menyebabkan pembeli kurang tertarik belanja ke toko kelontong tersebut karena bisa saja mereka beranggapan toko Anda kurang lengkap.


Jika memang modalnya terbatas, perbanyak barang-barang yang harganya murah jadi item barang yang didapat lebih banyak misalnya barang-barang rencengan.

5.Pelayanan Kurang bagus
Harga yang murah memang menjadi daya tarik bagi pembeli namun tidak akan berarti jika pelayanannya kurang bagus. Misalkan saat melayani terlalu lambat atau sering salah hitung. Jika terjadi hal seperti ini bisa mengakibatkan pembeli kapok belanja lagi.


Pelayanan yang baik akan membuat pembeli jadi nyaman belanja dan tak segan-segan menjadi pelanggan. Mengingat begitu pentingnya pelayanan ini usahakan memberikan pelayanan sebaik mungkin sejak awal buka toko kelontong.

Persiapkan peralatan pendukung misalnya untuk layanan antar setidaknya memiliki motor atau ponsel. Untuk mempercepat proses menghitung sebaiknya gunakan kalkulator yang memadai atau kalau memungkinkan menggunakan kalkulator yang bisa di cetak.

Penutup
Memiliki toko kelontong yang ramai pembeli tentu menjadi harapan semua pemilik namun jika ternyata sepi sebaiknya mencari penyebab toko kelontong sepi pembeli dan sesegera mungkin menemukan solusinya.