7 Penyebab Toko Kelontong Rugi Wajib Hindari

Penyebab kerugian toko kelontong

7 Penyebab Toko Kelontong Rugi Wajib Hindari – Namanya juga bisnis ada untung dan ruginya namun kalau kerugiannya berlangsung terus menerus akibatnya bisa fatal, toko bisa bangkrut. Kerugian tak hanya disebabkan karena sepi pembeli namun ada penyebab lain yang tak kalah menakutkan.


Nah…pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas hal-hal yang bisa menyebabkan kerugian pada toko kelontong. Jika hal ini ada pada toko anda segera atas jangan sampai dibiarkan begitu saja karena semakin lama kerugiannya akan semakin banyak.

7 Penyebab toko kelontong mengalami kerugian

Tak jarang kerugian-kerugian tersebut tidak Anda sadari mungkin karena tokonya ramai sehingga Anda beranggapan sudah banyak untungnya. Perlu Anda catat keuntungan toko kelontong itu kecil sehingga kalau ada hal-hal yang menyebabkan keuntungannya hilang maka akan berakhir dengan kerugian.


Oke langsung saja simak penyebab-penyebab toko kelontong mengalami kerugian.

1. Hama Tikus
Jangan remehkan kehadiran hewan yang satu ini, jika ditoko anda ada tikusnya biasanya lama kelamaan akan berkembang biak apalagi kalau ditoko Anda tikus bisa masuk keatas rumah. Hewan ini bisa dikatakan perusak nomor wahid, barang apa saja dimakan oleh hewan yang satu ini tanpa pandang bulu.


Barang-barang yang sering menjadi incaran tikus cukup banyak mulai dari telur ayam, minyak kemasan, kue-kue, kacang tanah, mentega, mie, kopi hingga terigu. Untuk membasminya bisa menggunakan perangkap tikus, lem tikus atau perangkat elektronik pengusir tikus.

2. Hutang Pembeli yang tak kunjung dibayar
Ini juga masalah yang serius, karena bukannya dapat untung malah rugi apalagi sampai pembeli yang hutang kabur atau pindah rumah/kontrakan. Ada kalanya pembeli yang berhutang adalah tetangga sehingga kadang tidak enak untuk menagihnya.


Kalau jumlahnya kecil mungkin tidak terlalu berpengaruh tetap kalau jumlahnya besar akan mempengaruhi perputaran modal bisnis anda.


Solusinya memang gampang-gampang susah namun kalau sejak awal toko Anda sudah tegas tidak menerima kas bon, masalah ini bisa diminimalkan.


Baca Juga: Ini Dia Penyebab Toko Kelontong Sepi Pembeli

3. Barang Kadaluarsa
Umumnya barang-barang toko kelontong yang ada kadaluarsanya biasanya tenggang waktunya lama misalnya setahun. Terkadang dari agennya sudah mengendap lama sehingga ketika Anda beli tanpa Anda sadari ternyata masa kadaluarsanya sudah dekat.


Selalu teliti saat belanja barang, selalu cek masa kadaluarsanya kalau masih lama silahkan beli tapi kalau sudah dekat misalnya sebulan atau dua bulan sebaiknya jangan beli. Solusi lainnya usahakan jika menyetok barang yang ada kadaluarsanya disesuaikan dengan kebutuhan. Hindari menumpuk stok dengan alasan harganya sedang murah atau dapat harga murah kalau omestnya kurang bagus.

4. Stok Barang telah rusak
Selain barang kadaluarsa, masalah lain yang cukup serius yaitu barang ternyata rusak bisa karena kelalaian sendiri atau penyebab lain contohnya telor pecah, telur busuk, minyak pecah/bocor/tumpah, Beras berkutu, terigu berkutu, Minuman gelas pecah, susu kaleng penyok, shampo bocor dan masih banyak lagi.


Selalu hati-hati ketika belanja telur ayam kalau memang memungkinkan minta diantar itu saja kadang ada yang pecah satu atau lebih. Begitu pula saat belanja beras, sebaiknya lihat contohnya dulu kalau memang bagus baru dibeli.

5. Barang tak kunjung Habis
Barang yang tak kunjung habis juga akan menyebabkan kerugian meskipun tidak secara langsung. Jika barang mengendap maka modal akan macet dibarang itu sehingga seharusnya bisa untuk diputar lagi dan menghasilkan keuntungan jadi tidak bisa.

Celakanya lagi kalau sampai barang-barang tersebut kadaluarsa atau menjadi rusak. Kerugian tambah besar karena barang tidak bisa dijual.


Selalu bijak dalam menyetok barang, jangan mentang-mentang modalnya ada lalu main setok saja tanpa memikirkan bisa menghabiskan dengan cepat atau tidak.

6. Mendapatkan Uang palsu
Ini yang paling ditakuti para pengusaha apapun tidak hanya toko kelontong. Sekali Anda mendapatkan uang palsu ruginya tidak main-main karena biasanya nominal uang palsu itu besar contohnya pecahan 50 ribu atau 100 ribu.

Jika memang toko Anda ramai pembeli tidak ada salahnya menyediakan alat pendeteksi uang palsu. Harganya tidak mahal dan manfaatnya cukup besar.

Bisa saja menggunakan cara manual namun butuh ketelitian dan kadang kalau pas lagi ramai malah lupa mengecek. Uang palsu bisa dilihat dari tanda airnya, benang pengaman, kertasnya atau warnanya.

Berhati-hatilah saat listrik mati karena sering dimanfaatkan oleh oknum pembeli untuk menggunakan uang palsu.

7. Mendapatkan Uang sobek
Hal ini kadang juga terjadi untuk itu selalu teliti dalam menerima uang. Jika memang sobeknya masih utuh bentuknya atau masih bisa disambung lagi mungkin masih bisa diterima dan nominalnya kecil. Tapi kalau nominalnya besar perlu pikir panjang untuk menerimanya.

Kalau sobeknya sampai buntung atau ada bagian yang hilang, Anda harus menolaknya apalagi buntungnya banyak. Modusnya biasanya saat beli uang yang digulung-gulung dan memanfaatkan kelengahan Anda misalnya toko sedang ramai.

Penutup
7 penyebab toko kelontong rugi diatas jangan sampai menimpa toko kelontong Anda karena kalau terus menerus terjadi lama-lama kerugiannya semakin besar.