5 Cara Meningkatkan Omset Toko Kelontong

Cara meningkatkan omset toko kelontong

5 Cara Meningkatkan Omset Toko Kelontong – Sebagai pebisnis toko kelontong tentunya menginginkan omset toko kelontongnya semakin lama semakin meningkat. Dengan meningkatnya omset maka keuntungannya pun bertambah.

Tak jarang pebisnis kelontong yang seakan-akan pasrah, pokoknya buka toko kelontong lalu menunggu ada yang beli tanpa melakukan strategi untuk mendatangkan pembeli.

Tak perlu melakukan strategi yang rumit karena sebenarnya ada cara untuk meningkatkan omset toko kelontong dengan mudah. Penasaran? Yuk simak tipsnya dari Bisnis 6 berikut ini.

Cara Meningkatkan Omset Toko Kelontong

1.Menambah item barang

Cara yang paling mudah adalah dengan menambah item atau nama barang. Memang cara ini membuahkan tambahan modal. Namun barang yang dipilih harus benar-benar dibutuhkan pelanggan atau barang tersebut laku dipasaran.

Caranya bisa bertanya ke agen/grosir, apakah barang tersebut laku. Bisa juga dari permintaan pelanggan, semakin banyak yang menanyakan barang tersebut berarti barang tersebut peluang lakunya cukup besar.

Baca Juga: Tips Merintis Warung Sembako Sederhana

2.Memperbanyak titipan

Anda bisa menambah item barang tanpa harus mengeluarkan modal dengan cara menerima titipan barang contohnya kue-kue. Kelebihan dari cara ini adalah toko Anda tidak menanggung rugi artinya Anda hanya perlu membayar yang laku saja.

Nantinya Anda akan mendapatkan komisi sekitar 20% dari harga jual, misalnya kue kering harga 1000 maka jika terjual akan mendapatkan komisi 200 rupiah. Meski demikian Anda perlu teliti terutama jika jumlah titipannnya banyak dimana saat dihitung jumlah lakunya anda harus ikut menghitung.

3.Gencar promosi

Anda tidak boleh hanya mengandalkan pembeli dari orang lewat atau tetangga kanan kiri tapi lakukan berbagai macam promosi. Saat ini teknologi informasi sudah semakin maju, silahkan manfaatkan sebaik-baiknya.

Anda bisa memanfaatkan Hp Anda untuk mempromosikan toko kelontong Anda. Gunakan media sosial atau Whatsapp. Anda juga bisa mendaftarkan toko kelontong ke layanan pesan antar Gojek. Mungkin Anda berpikir, Memangnya ada yang pesan lewat gojek? Ada saja, soalnya kadang ada orang yang malas keluar. Jika toko Anda sudah terdaftar dilayanan Gofood atau lainnya maka pembeli tinggal pesan dari sana.

4.Menata ulang toko

Cara meningkatkan omset toko kelontong yang satu ini tak perlu mengeluarkan modal. Anda cukup menata ulang toko Anda. Tampilan toko kelontong bisa menjadi daya tarik bagi pembeli, jika memang penataan tokonya masih acak-acakan sebaiknya dibenahi lagi. Buatlah penataan barang yang memberi kesan tokonya penuh bukan toko yang terlihat sedikit barangnya.

Penataan barang pada etalase sebaiknya tidak bercelah antara satu barang dengan barang lainnnya dan stoknya banyak jangan cuka 1 atau 2. Demikian pula penataan barang pada rak dan gantungan. Maksimalkan stok pada barang yang digantung karena biasanya harga barang renecngan cukup terjangkau misalnya kopi sachet, shampo sachet atau detergen sachet.

5.Berikan Diskon

Umumnya konsumen membeli barang secara eceran namun terkadang ada konsumen yang membeli barang yang jumlahnya banyak. Misalnya beli beras 10 liter, beli kopi 1 renceng atau beli shampo 1 renceng.

Untuk konsumen seperti ini sebaiknya memberikan diskon atau potongan harga jadi jangan sama misalnya beli 1 harganya Rp.1000 tapi beli 10 biji 10.000 ini artinya sama saja. Berikan diskon misalnya 1000, jadi harga per 10 biji cukup Rp.9000.

Dengan cara seperti ini tentu konsumen akan membeli sekalian banyak dari pada ngecer terutama kalau memang kebutuhannya tiap hari.

Cara Meningkatkan omset toko kelontong diatas jika dilakukan dengan tepat maka hasilnya akan langsung terasa. Selamat Mencoba!